Prodi Teknologi Listrik ditunjuk sebagai salah satu prodi yang mendampingi Program SMKPK Dirjen Vokasi
Jumat, 02 Juli 2021 - 14:34:20 WIBDibaca: 342 kali
Surabaya, tl.vokasi.untag-sby.ac.id – SMK Pusat Keunggulan atau yang lebih dikenal dengan nama SMKPK merupakan salah satu program unggulan dari Dirjen Vokasi dimana pada program ini diharapkan menjadikan SMK dapat mengembangkan kompetensi keahlian tertentu yang selaras dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) dan menjadi SMK rujukan yang menjadi SMK penggerak dan peningkatan kualitas bagi SMK lainnya. Agar terlaksananya program SMKPK dengan baik tentunya ada yang menjadi pendamping bagi SMK dalam hal ini yaitu Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi yang telah memenuhi kriteria ditunjuk oleh Dirjen Vokasi berkewajiban mendampingi SMK hingga program SMKPK berakhir. Melalui Surat Keputusan Direktorat Jendral Vokasi Kemdikbudristek Nomor : 21/D/O/2021 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Sebagai Pelaksana Pendampingan Program Sekolah Menengah Kejuruan diputuskan bahwa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang telah memenuhi kriteria untuk menjadi PT Pendamping pada program SMKPK.
Dengan penunjukan Untag Surabaya maka proses pendampingan akan dilakukan oleh Fakultas Vokasi yang mana didalamnya terdapat Prodi Teknologi Listrik. Untag Surabaya ditunjuk untuk mendampingi sebanyak 4 SMK yang berada di Provinsi Jawa Timur yaitu SMKS PGRI 1 Gresik, SMKS PGRI Rogojampi Banyuwangi, SMKN Tambakboyo Tuban dan SMKS Muhammadiyah 5 Jember. Dari 4 SMK yang didampingi oleh Untag Surabaya, ada 3 SMK yang kompetensinya mendekati kompetensi yang ada pada prodi Teknologi Listrik sehingga nantinya prodi Teknologi Listrik akan berperan aktif dalam pelaksanaan SMKPK ini. Program SMKPK ini akan dilaksanakan selama 6 bulan yaitu mulai bulan Juli hingga Desember 2021.
Program SMKPK sendiri sebenarnya merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yaitu SMK CoE (Center of Excellent) dan Revitalisasi SMK. Pelaksanaan program SMKPK pada tahun ini berfokus pada pengembangan SDM SMK dengan paradigma baru yang terintegrasi untuk bisa mengimbas ke sekolah lain dengan insentif bantuan fisik dan nonfisik. Selain itu, program ini juga menyertakan pelatihan kepala sekolah, guru kejuruan, kurikulum via pembelajaran dengan paradigma baru, serta digitalisasi sekolah. Program ini memiliki empat sektor prioritas utama, yakni pemesinan dan konstruksi, ekonomi kreatif, hospitality, care services, serta prioritas lain (kerja sama luar negeri, KEK, maritim dan pertanian). Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah, program ini juga melibatkan perguruan tinggi vokasi sebagai pendamping. ”SMKPK termasuk dalam salah satu program unggulan. Ini akan menjadi ‘Merdeka Belajar’ yang ke-8. Proses penyiapan pun sangat detail karena menyangkut 1,5 juta lulusan SMK di Indonesia, baik yang bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi maupun wirausaha, yang semuanya harus ‘link and match’ dengan dunia usaha dan indutri,” terang Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto. (ga)