Untag Surabaya Bekali Mahasiswa Baru dengan Etika AI di PKKMB 2025
Selasa, 16 September 2025 - 11:51:27 WIBDibaca: 460 kali
Artificial Intelligence (AI) bukan sekedar teknologi canggih, tetapi juga ujian integritas. Pesan itu disampaikan oleh A.A.I. Prihandari Satvikadewi, S.Sos., M.Med.Kom., dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, saat memberikan pembekalan etika penggunaan AI dalam rangkaian PKKMB 2025, Selasa (2/9/2025).
Mengusung materi Etika Penggunaan AI di Perguruan Tinggi, dosen Ilmu Komunikasi ini menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, sementara kecerdasan sejati tetap ada pada manusia. "Kita sudah tidak mungkin menolak kehadiran AI. AI urusannya mesin, yang harus punya adalah our origianal intelligence. AI akan menjadi sahabat jika kita punya kecerdasan itu," ujarnya.
Materi ini menjadi pembekalan awal untuk tugas Rekor MURI Komik Patritisme Berbasis AI, selaras dengan tema PKKMB 2025 Merah Putih Berkibar, Patriotisme Berkobar. Setiap mahasiswa diwajibkan membuat satu lembar komik berukuran A3 bertema patriotisme berbasis prompt digital. Ribuan mahasiswa langsung diajak berlatih membuat prompt, memahami bahwa AI hanyalah mesin yang menyalin kecerdasan manusia.
Vika mengingatkan, AI tidak bisa menggantikan kemampuan berpikir kritis. "Jangan hilangkan kritisisme itu. Jangan menyerahkan semuanya pada AI. Bisa jadi AI membuat konten yang jauh dari maksud anda dan jauh dari etika," tegasnya. Vika menyoroti rendahnya minat baca di Indonesia yang menempati peringkat 31 dunia, dengan91,45% bacaan hanya buku pelajaran sekolah. "Kalau mau kreatif membuat komik AI, mulailah dari membaca. Ide lahir dari bacaan, bukan dari mesin," tambah Dosen Ilmu Komunikasi tersebut (2/9/2025). (Vania)